Rakyat sejahtera,subur dan makmur

Wahai saudaraku di Indonesia, negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? apa negeri kalian di blokade juga?

Monday, 31 July 2017

Tiba-tiba saya teringat pada pak Ridwan Kamil. Gimana ya Kabarnya Sekarang? Kita semua tahu, bahwa setelah didukung oleh Nasdem beberapa waktu lalu, tiba-tiba umat Islam berbalik arah, menarik dukungan terhadap beliau. Kini, tiba-tiba


Tiba-tiba saya teringat pada pak Ridwan Kamil. Gimana ya Kabarnya Sekarang? Kita semua tahu, bahwa setelah didukung oleh Nasdem beberapa waktu lalu, tiba-tiba umat Islam berbalik arah, menarik dukungan terhadap beliau. Kini, tiba-tiba dukungan Nasdem ke RK menjadi ngambang. Bahkan mereka membiarkan RK yang katanya ingin maju secara independen. Nasib RK di Pilgub Jabar 2018 pun makin tidak jelas. Dari urutan kejadian ini, wajar jika muncul dugaan sejumlah tokoh, bahwa selama ini Nasdem hanya pura-pura mendukung RK, agar umat Islam berhenti mendukung RK. Dengan kata lain, tujuan mereka hanya ingin "membunuh" RK, agar kurang satu pesaing kuat. Jika analisis ini benar, maka sungguh kasihan dan iba kita kepada pak Ridwan Kamil. Ternyata beliau ini orangnya masih sangat lugu di dunia perpolitikan yang penuh dengan trik dan strategi tak terduga. Saya jadi ingat kejadian beberapa waktu lalu, ketika RK pengen maju sebagai cagub DKI. Tiba-tiba dia dipanggil oleh Jokowi dan diberi nasehat, "Janganlah engkau meninggalkan amanah di Bandung yang belum selesai. Lanjutkan sampai engkau selesai menunaikan amanah tersebut." RK pun menuruti nasehat tersebut. Dia lupa bahwa: (1) Jokowi menasehatinya seperti itu, sebenarnya hanya karena dia tidak ingin sohib akrabnya si Ahok Penista Agama punya pesaing kuat seperti RK. (2) Nasehat itu sebenarnya lebih cocok ditujukan untuk orang yang memberi nasehat, yakni Jokowi sendiri. Sebab Jokowi dulu loncat dari Solo ke Jakarta, lalu dari Jakarta ke tingkat nasional, dengan cara mengingkari janji untuk menyelesaikan masa jabatan 5 tahun dan tak akan nyapres. Duhai Pak Ridwan Kamil, sungguh malang nasibmu. Saya sungguh menyayangkan, kenapa orang sehebat dan sepintar dirimu kok demikian mudahnya ditipu oleh para politisi busuk itu. Kini, jika engkau ingin kembali ke pangkuan PKS dan Gerindra pun rasanya sudah tak mungkin. Mereka sudah punya calon sendiri. Pak Ridwan Kamil, Engkau rajin membahas tema MANTAN di akun medsosmu. Kini sepertinya, engkaulah yang menjadi mantan tersebut. Padahal sejujurnya kuakui, SECARA OBJEKTIF engkau adalah salah seorang pemimpin di Indonesia yang terbukti punya prestasi yang sangat nyata dan menjadi kebanggaan warga. #CopasStatusJonru

“Nekat berjualan bensin eceran akan di denda 6 milyar”, Alasan lainnya adalah faktor keselamatan. Bensin eceran dianggap membahayakan orang lain. Pasalnya, hal tersebut berpotensi menyebabkan kebakaran dan ledakan hebat. D


“Nekat berjualan bensin eceran akan di denda 6 milyar”, Alasan lainnya adalah faktor keselamatan. Bensin eceran dianggap membahayakan orang lain. Pasalnya, hal tersebut berpotensi menyebabkan kebakaran dan ledakan hebat. Disperindag Larang Warga Jual Bensin Eceran, Nekat Didenda Rp 6 Miliar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur melarang warga berjualan bensin eceran. Disperindag merujuk pada Undang-Undang No 21 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Di dalam Pasal 55 UU Migas disebutkan bahwa orang yang menjual bensin secara ilegal akan berurusan dengan hukum. Tak tanggung-tanggung, penjual terancam enam tahun kurungan atau denda Rp 6 miliar. Alasan lainnya adalah faktor keselamatan. Bensin eceran dianggap membahayakan orang lain. Pasalnya, hal tersebut berpotensi menyebabkan kebakaran dan ledakan hebat. Karena itu, Disperindag berencana menertibkan semua pedagang yang melanggar aturan. Terutama warga yang berjualan tak jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). "Penjualan bensin eceran tidak boleh bebas. Kalau bebas nanti tidak terkontrol. Untuk itu perlu ditertibkan. Penertiban akan kami lakukan di areal  SPBU dulu. Setelah itu baru ke tingkat bawah," ujar Kadisprindag Kutim Muhammad Edwar Azran, Kamis (27/7). Namun, sebelum melakukan penertiba, pihaknya akan menggelar sosialisasi secara kontinu. “Kalau mereka sudah mengerti, baru  kami tertibkan. Kemungkinan tahun ini sudah bisa dikukan secata bertahap," kata Edwar. Sementara itu, Wakil Bupati Kasmidi Bulang juga mengamini ucapan Edwar. Menurut dia, pedagang bensin eceran memang layak ditertibkan. "Meraka mencari uang tetapi keselamatan tidak. Padahal itu sangat membahayakan," kata Kasmidi. Dalam waktu dekat, Pemkab Kutim akan mengundang semua pelaku usaha. “Mereka akan dikasih waktu juga. Ya bertahap, lah. Karena tidak mungkin juga kami tumpahkan piring nasi mereka. Makanya perlu dikumpulkan dan diatur," katanya. [www.tribunislam.com]

HIDAYAH ALLAH DATANG TANPA PERNAH DIDUGA, BANG BLACK PREMAN BEKASI BERGABUNG KE FPI Ini adalah Bilal bin Raba alias ‘Bang Black’, yang selama ini dikenal sebagai preman dan jagoan Bekasi. Alhamdulillaah wa syukurillah..


KABAR GEMBIRA DARI WARGA BEKASi, Salah seorang yang selama ini di kenal sebagai preman jalanan di wilayah bekasi termasuk SALAH satu jawara paling di segani telah datang kepada. Ketua LPI tambun dan menyatakan bergabung. Semoga Bang Black mendapat taufiq dan hidayah dari Allah S.W.T. Dengan sebab berkumpul campur dengan orang-orang yang selalu beramar ma'ruf dan nahyi munkar, dan SEMOGA diberi kemudahan oleh Allah dalammenuju jalan kebenaran serta di anugrahi keistiqomahan.. HIDAYAH ALLAH DATANG TANPA PERNAH DIDUGA, BANG BLACK PREMAN BEKASI BERGABUNG KE FPI Ini adalah Bilal bin Raba alias ‘Bang Black’, yang selama ini dikenal sebagai preman dan jagoan Bekasi. Alhamdulillaah wa syukurillah... Hidayah Allah SWT pun datang kepada saudara kita ini. Saat ini Bang Black telah bergabung bersama LPI (Laskar Pembela Islam) FPI Bekasi. Beliau adalah mantan GAM dan kini sudah resmi menjadi bagian dari Macan LPI Tambun Selatan, Bekasi Jawa Barat. Semoga makin banyak yang bersatu saling kuat menguatkan.. Hidayah hanya milik mu Yaa Allah.. ALLAAAHU AKBAR ✊✊✊

SURAT DARI GAZA-Wahai saudaraku di Indonesia, negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? apa negeri kalian di blokade juga?


•SURAT DARI PEJUANG HAMAS PALESTINA DI GAZA UNTUK INDONESIA• Wahai saudaraku di Indonesia, negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? apa negeri kalian di blokade juga? === Mengapa saya memilih mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia? Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, mungkin satu – satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di atas bumi ini, bukan demikian saudaraku? Saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, ia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum. Lalu saya mengataka kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung,itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam 1 musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Waaah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah. Wahai saudaraku di Indonesia, pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa kami tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negeri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian. Pasti ibu – ibu disana amat mudah menyusui bayi – bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko – toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalindi rumah sakit yang mereka inginkan. Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku., tidak seperti di negeri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, saudaraku! Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi – bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum. Namun, mengapa di negeri kalian katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit – parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dari informasi di televisi. Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus arbosinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa. Memang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi – bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan – selokan atau got – got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket Israel! Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing – puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudraku, bagi kami nilai seorang bayi adaalh aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negeri ini. Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara – saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 orang diantaranya adalah anak – anak kami. Namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki – laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar! Wahai saudaraku di Indonesia, negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? apa negeri kalian di blokade juga? Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencangkupkan rizki untuk kami. Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya mereka menikah di sela – sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku. Dan perdana menteri kami Ust. Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut. Wahai saudaraku di Indonesia, terkadang sayapun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negeri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin kalian yang telah baca. Dan banyak buku – buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? itu karena kalian punya waktu. Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami. Kami disini sangat menanti- nantikan saat halaqah tersebut walau hanya 1 jam. Tentu kalian bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun – rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum dan takaful disana. Hafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang hamas disini wajib mmenghafal Surah Al – Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela – sela wkatu istirahat perang, bagaimana dengan kalian? Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan 1 diantara 100 anak yang tahun ini menghafal Al – Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak – anak kalian jauh lebih cepat menghafal Al-Qur’an ketimbang anak – anak kami disini. Di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak – anak belajar diantara puing – puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah di ratakan, di atasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi setoran hafalan Qur’an mereka bergemuruh diantara bunyi – bunyi senapan tentara Israel. Ayat – ayat jihad paling cepat mereka hafal. Karena memang di depan mereka tafsirnya, langsung mereka rasakan. Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo – demo kalian. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disinim termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan, saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Do’a – do’a dan dana telah kami rasakan manfaatnya. Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang –pejuang Islam, ulama – ulama dan calon Mujahidin – mujahidin kalian. *Abdullah Gaza Seluruh isi surat ini telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Arab, yang dikirim oleh seorang bernama Abdullah Al-Ghaza yang mengaku dari Gaza city-Jalur Gaza melalui surat elektronik dan artikel diterbitkan oleh Buletin Islami. SANGAT BERMANFAAT DAN MENGINSPIRASI #BAGIKAN __ KUNJUNGI terus page Indahnya Hidup Bersama Dakwah LIKE pagenya, BACA status2nya dan SHARE-kan __ Mau gabung di GRUP Whatsapp kami?? Silakan ketik DAFTAR SAHABAT DAKWAH # NAMA # PEKERJAAN # TEMPAT DOMISILI kirim ke No. WA 081278444491 an. Bang Andi' InsanPembelajar Pemilik page Indahnya Hidup Bersama Dakwah