Rakyat sejahtera,subur dan makmur

Wahai saudaraku di Indonesia, negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? apa negeri kalian di blokade juga?

Wednesday, 2 August 2017

Grrr..!! Biksu Myanmar akan mengempur siapapun yang akan coba-coba merobohkan patung Dewa perang cina itu, termasuk Indonesia..-KABAR RAKYAT-


Grrr..!! Biksu Myanmar akan mengempur siapapun yang akan coba-coba merobohkan patung Dewa perang cina itu, termasuk Indonesia.. Kehadiran Patung Dewa Perang Kwan Sing Tee Koen di Tuban kian menimbulkan polemik. Patung yang baru saja dinobatkan MURI sebagai patung terbesar se-Asia Tenggara itu telah diresmikan pada Senin, 17 Juli 2017. Patung senilai Rp 2,5 Miliar itu memunculkan kontroversi di Indonesia. Guru besar ilmu politik Universitas Indonesia (UI) Nazaruddin Sjamsudin, mengingatkan kemungkinan adanya skenario “lanjutan” setelah pembangunan patung Dewa Perang Cina itu. “Ini baru patung, sebentar lagi pangkalan AL Cina di Pontianak, Semarang, dan Palembang. Awas!” tulis Nazaruddin di akun Twitter @nazarsjamsuddin me-retwet akun @LUPUZTop1. Kabarnya, pihak Kelenteng Kwan Sing Bio akan kembali membangun patung Dewi Kwan Im dengan besar dan tinggi yang sama. Tak ayal, kehadiran patung itu menimbulkan gelombang protes di Indonesia. Beberapa kalangan menganggap, kehadiran patung itu makin meneguhkan kehadiran China di Indonesia. Sementara itu, dukungan justru datang dari aktivis keagamaan asal Myanmar Ashin Wirathu. Biksu yang terkenal radikal dan sadis itu justru meminta publik Indonesia untuk menghormati keberadaan patung itu, sebagai simbol kebesaran bangsa China. Kehadiran Patung Dewa Perang Kwan Sing Tee Koen di Tuban kian menimbulkan polemik. Patung yang baru saja dinobatkan MURI sebagai patung terbesar se-Asia Tenggara itu telah diresmikan pada Senin, 17 Juli 2017. Patung senilai Rp 2,5 Miliar itu memunculkan kontroversi di Indonesia. Guru besar ilmu politik Universitas Indonesia (UI) Nazaruddin Sjamsudin, mengingatkan kemungkinan adanya skenario “lanjutan” setelah pembangunan patung Dewa Perang Cina itu. “Ini baru patung, sebentar lagi pangkalan AL Cina di Pontianak, Semarang, dan Palembang. Awas!” tulis Nazaruddin di akun Twitter @nazarsjamsuddin me-retwet akun @LUPUZTop1. Kabarnya, pihak Kelenteng Kwan Sing Bio akan kembali membangun patung Dewi Kwan Im dengan besar dan tinggi yang sama. Tak ayal, kehadiran patung itu menimbulkan gelombang protes di Indonesia. Beberapa kalangan menganggap, kehadiran patung itu makin meneguhkan kehadiran China di Indonesia. Sementara itu, dukungan justru datang dari aktivis keagamaan asal Myanmar Ashin Wirathu. Biksu yang terkenal radikal dan sadis itu justru meminta publik Indonesia untuk menghormati keberadaan patung itu, sebagai simbol kebesaran bangsa China. Bahkan, Wirathu sesumbar akan memboyong ribuan biksunya untuk menjaga dan mengawal kehadiran patung itu, dari upaya pengrusakan. Dilansir media lokal Myanmar, Biksu yang bertanggungjawab atas tewasnya ribuan muslim Rohingya ini mengancam akan menggempur siapapun yang ingin merusak simbol kebesaran mereka itu. (cna/qq) Bahkan, Wirathu sesumbar akan memboyong ribuan biksunya untuk menjaga dan mengawal kehadiran patung itu, dari upaya pengrusakan. Dilansir media lokal Myanmar, Biksu yang bertanggungjawab atas tewasnya ribuan muslim Rohingya ini mengancam akan menggempur siapapun yang ingin merusak simbol kebesaran mereka itu. (cna/qq)

No comments:

Post a Comment